PENGETAHUAN PRODUK STIFIn



Pengantar Umum
Ilmu tentang sidik jari sudah berkembang ratusan tahun yang lalu.  Hanya saja dunia akademik seperti belum menerima sepenuhnya walaupun sudah terbukti dalam berbagai bidang pengalaman, seperti dunia militer (peperangan) dan kepolisian (kriminalitas, detektif, inteligen), perusahaan/organisasi (rekrutmen), dan berbagai dunia terapan  (seperti pemasaran, olahraga, kesenian dll). Sebenarnya, penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa sidik jari dapat digunakan mengidentifikasi perkembangan otak, telah berlangsung sejak jaman Plato. Dermatoglyphic (ilmu sidik jari) mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu. Para peneliti menemukan, bahwa sidik jari memiliki kode genetik  yang secara ilmiah dapat dihubungkan dengan sel otak dan jenis kecerdasan/kepribadian seseorang. Mereka adalah Govard Bidloo (1685), Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds' (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897), Noel Jaquin (1958), Beryl B. Hutchinson (1967), Beverly C. Jaegers (1974).
John E.Purkinje (1823) Profesor Anatomi di Universitas Breslau, yang pertama kali mengklasifikasikan pola sidik jari menjadi sembilan kategori. Ahli neuroscience pemenang hadiah Nobel Tahun 1986 Dr. Rita Levi  asal German, pada awalnya hanya mengembangkan ilmu sidik jari untuk keperluan militer dan diperluas kegunaannya untuk mempersiapkan tim olimpiade Rusia & China.  Sekarang telah digunakan meluas untuk kepentingan publik.
Tes Stifin adalah teknik analisis mengidentifikasi pada pola-pola garis dalam sidik jari seseorang yang secara genetik permanen melekat pada seseorang. Setiap pola merupakan penanda akan adanya potensi kecerdasan tertentu yang bersifat bawaan.
 
Hingga sekarang terdapat tiga pendekatan dalam menilik jenis kecerdasan ataupun kepribadian seseorang.  Ketiga-tiganya boleh jadi masih eksis. Sebagian orang lebih percaya kepada pengamatan sendiri, berdasarkan intuisi, atau pengalamannya sendiri yang kemudian dijadikan sebagai pegangan untuk mengkategorikan seseorang. Juga masih dianggap sebagai kelompok yang pertama bagi mereka yang menggunakan metode alternatif seperti palmistri, numerologi, tipologi dan jenis-jenis pseudo-psikologi lainnya. Sebagian lagi menggunakan kaedah ilmiah dengan berbagai teori yang melatarinya.  Secara akademik yang paling populer secara ilmiah saat ini adalah berdasarkan kepada teori perilaku, menggunakan alat ukur psikometrik behaviouristik yang telah dikaji secara ilmiah. Metode yang terbaru berbasiskan kepada teknologi dan ilmu neuroscience. Salah satunya adalah pemutakhiran tes sidik jari. Metode yang terbaru ini mengukur faktor genetik, sedangkan metode kedua berdasarkan kepada fenotip (perilaku yang dapat diukur).  Pelaksanaan tes dengan metode sidik jari tidak akan tergantung kepada suasana, mood, tekanan, dan bahkan dapat dilakukan kapan saja termasuk ketika pesertanya sedang tidak sehat, masih bayi, sudah udzur, ataupun menderita cacat, termasuk yang buta huruf sekalipun.
 
Dengan metode sidik jari seorang ayah, begitu bayinya lahir langsung dites sidik jarinya untuk mengetahui jenis kecerdasannya kelak, sehingga ayahnya bisa mencarikan nama yang sesuai. Setelah itu ibunya tahu bagaimana proses mendidik budi pekerti anak, mengarahkan pendidikannya, dan mengarahkan minatnya. Akhirnya ayah-ibunya tahu dan yakin bagaimana berinvestasi untuk masa depan anaknya.
Sungguh indah peradaban dunia ke depan jika sebagian besar orang telah memiliki keahlian selagi masih muda-muda. Serahkanlah segala sesuatu kepada ahlinya, dan mereka yang ahli itu ternyata masih muda-muda. Maka produktivitas dunia era itu telah meningkat beberapa kali lipat.  Itulah mimpi adanya dampak positif dari penyebaran tes Stifin ini.
Selalu akan ada yang kontra dengan tes sidik jari ini, tetapi pada akhirnya orang akan menerima teknologi ini seperti ketika anda memeriksakan golongan darah anda. Daripada debat-kusir berdebat pro kontranya metode ini, lebih baik keluarkan Rp 150 ribu sekali seumur hidup anda, untuk mencicipi lebih awal riwayat keberhasilan anda.
 
Mengapa Anda Perlu Tes Stifin?
1.       Pengalaman para orang dewasa mengatakan terlalu banyak ‘biaya kebodohan’ dengan terlalu banyak melakukan uji coba dalam hidup ini.  Tes Stifin ini adalah panduan untuk menghilangkan biaya kebodohan tersebut, sehingga kita tidak buang umur dan buang uang. Sejak awal kita sudah tahu mesti pergi kemana dan bagaimana cara terbaiknya.
2.       Revolusi hidup yang paling baik bukan dengan mengacak-ngacak cara hidup anda, melainkan dengan mensyukuri apa ‘harta karun’ dalam diri kita yang diberikan oleh Tuhan.  Setelah tes Stifin, anda akan tahu bagaimana caranya berilmu, bersyukur, dan bersabar melalui ‘harta karun’ diri anda. Ubahlah nasib anda melalui jalur Tuhan, jalur ‘karpet merah’ yang telah diberikan kepada anda. Itulah revolusi hidup yang sesungguhnya.
3.       Setelah tes Stifin, anda akan menemukan cetak biru hidup anda. Hal tersebut bukanlah vonis atau ramalan keberhasilan tetapi jalur tempat anda mengikhtiarkan kucuran keringat demi keberhasilan di depan mata. Energi yang difokuskan kepada satu maksud akan menciptakan momentum keberhasilan.
4.       Untuk menjadi outliers (sosok yang sangat jarang) seperti tulisannya Malcolm Gladwell, maka  anda harus telah memulai profesinya lebih dini dan menanam 10 ribu jam untuk deliberate-practice membangun profesi pilihan. Tes Stifin membantu anak anda menemukan profesi pilihan sejak dini dan sekaligus mengarahkan bagaimana menikmati 10 ribu jam tersebut.
5.       Orang berbakat bisa gagal, jika ia mengingkari atau tidak tahu bakatnya. Salah asuhan terhadap bakat adalah ketidak-harmonisan dengan habitat anda. Jika yang ada diabaikan, dan yang tidak ada mau diadakan sama dengan memutar jarum jam hidup anda secara terbalik.  Percayalah, anda akan dipenuhi dengan riwayat kegagalan.

Company Knowledge
Institusi penyelenggara paket Training STIFIn Personality ini adalah PT. KUBIK KREASI SISILAIN  atau lebih dikenal dengan panggilan Kubik Training & Consultancy (selanjutnya disebut Kubik).  Alamat kantor Kubik di Jl. Swadaya II No 46, Tanjung Barat, Jakarta 12530. Kubik adalah lembaga training dan konsultan SDM yang sudah berdiri sejak 1999. Sekarang ini diantara produk trainingnya yang terkenal adalah SuksesMulia PRODUCTIVITY dan SuksesMulia PERSONAL MASTERY Training (atau sebelumnya lebih dikenal dengan Kubik Leadership Training) dan yang terbaru DNA Suksesmulia.  Berdasarkan buku best seller Kubik Leadership yang diterbitkan oleh Group Mizan dan Gramedia.
Kubik bekerjasama dengan PT. STIFIn Finger-Print sebagai perusahaan yang menyediakan peralatan tes STIFIn Finger-Print dan menerbitkan buku STIFIn Personality. Kubik dan PT STIFIn masih berada dalam satu group. Keduanya memiliki visi dan misi yang sama yaitu menggalakkan peradaban sukses-mulia melalui pengembangan diri.
Product Knowledge
Dalam ratusan sesi training (sebagian besar diikuti perusahaan kelas menengah-atas) yang telah dilakukan oleh Kubik terbukti bahwa STIFIn Personality telah membantu ribuan peserta training untuk mengurus karir (atau membenahi hidup) mereka. Konsep lima jenis mesin kecerdasan yaitu S (Sensing), T (Thinking), I (Intuiting), F (Feeling), dan IN (Insting) telah mencerahkan mereka bahwa ternyata boleh jadi hidup mereka tidak efektif, karena belum menggunakan mesin kecerdasan mereka. Sebagian besar peserta training pada akhirnya merasa hidup kembali karena merasa telah menemukan dirinya yang asli.
Tujuan utama sosialisasi tes Stifin ini karena ingin memberi andil dalam pengembangan SDM di Indonesia.  Oleh karena itu, dalam memilih konsep pengembangan diri, selama sepuluh tahun berdirinya, Kubik tidak henti-henti mengkaji ulang untuk menemukan cara terbaik membuat orang sukses sekaligus mulia. Kesimpulannya adalah manfaatkan energi dan waktu anda untuk mengembangkan mesin kecerdasan anda sendiri. Cukup fokus pada hanya 1 (satu) mesin kecerdasan anda. Jenis kecerdasan yang lainnya tidak perlu didisain tersendiri, cukup manfaatkan proses interaksi sosial dan belajar mengembangkannya secara in-promp-to. Jika disain hidup anda sudah fokus pada kekuatan utama anda maka otomatis akan lebih mudah sukses.  Tidak hanya itu anda pun akan merasa enjoy, karena apa yang anda kerjakan tersebut adalah panggilan jiwa.  Seperti bahasa gaul: ‘ini gua banget’.
Konsep tentang fokus pada hanya 1 (satu) mesin kecerdasan saja itu pun pada dasarnya ilmiah karena pakar psikoanalisis Carl Gustaav Jung berpendapat bahwa diantara semua fungsi dasar (sekarang kami sebut dengan istilah lain yaitu mesin kecerdasan) hanya ada satu yang dominan.  Memang betul dalam riset lainnya, dikatakan bahwa ada 3% populasi orang yang dapat mengembangkan semua mesin kecerdasan sama baiknya. Dalam kaedah ini kami bukan memilih cara yang 3%, karena itu susah dan rumit, tetapi memilih cara yang kebanyakan orang berpeluang mampu melaluinya yaitu cara yang 97% dengan cukup berfokus kepada 1 (satu) mesin kecerdasan saja.  Maka, pilihlah cara hidup yang tidak rumit tetapi efektif. Kaedah ini sangat sesuai dengan antropologinya karakter dasar masyarakat Indonesia.
Semua orang perlu bisa baca-tulis-hitung.  Betul. Tetapi apakah semua orang perlu jadi bintang pelajar? Atau apakah semua orang perlu ‘makan bangku sekolahan’ untuk bisa sukses? Jawabannya tidak, asal anda dapat menukar dengan profesi pilihan yang lain. Maka janganlah latah dan ikut-ikutan dalam mendisain hidup anda ataupun anak anda. Jalan yang ditempuh kebanyakan orang itu adalah jalan yang panjang, berliku, melelahkan, dan belum tentu berhasil. Konsep STIFIn Finger-print ini akan menunjukan   jalan shortcut, yang lebih pendek, lebih murah, lebih mudah, menyenangkan, dan peluang keberhasilannya tinggi.
Konsep besarnya adalah mengubah alokasi energi dan waktu anda untuk menjadi  semua-bisa kepada menjadi cukup-satu-hebat. Mungkin sebagian dari anda mengatakan, “saya sudah fokus kepada satu saja, tetapi mengapa masih belum berhasil?” Jawabannya, sudah dapat dipastikan karena anda tidak menggunakan mesin kecerdasan anda sendiri secara maksimal. Jadi, temukanlah yang satu tsb dari yang asli bukan yang pendukung.
Kecerdasan manakah yang asli? Kecerdasan yang asli tersebut datangnya bukan dari bagian isi kepala yang volumenya paling besar atau yang kapasitasnya paling dominan, tetapi dari bagian isi kepala yang paling kerap digunakan, yang menjadi sistem operasi anda. Ada kalanya yang dominan dengan yang kerap digunakan itu berada pada belahan otak yang sama, namun ada kalanya berbeda.  Maka hati-hatilah! STIFIn Finger-print akan membantu anda menemukan belahan otak yang menjadi sistem operasi anda atau yang paling kerap digunakan.
Kalau sudah mengetahui belahan otak yang satu dan asli tersebut, maka tangkap baik-baik dan jangan dilepas lagi, karena itu adalah ‘harta karun’ anda. Jika yang satu dan aslinya anda adalah S (Sensing) maka berikan energi dan waktu yang maksimal untuk mengembangkan S anda. Sedangkan yang lainnya (T, I, F, dan In) disimpan sebagai cadangan, digunakan ketika perlu saja. Jika anda ngotot ingin menjadi I (Intuiting) padahal anda orang S, maka anda akan perlu energi dan waktu yang berlipat ganda. Karena di bagian I ini modalnya lebih sedikit. Pendek kata anda telah menjadi orang lain.  Padahal di tempat itu jika anda bersaing dengan orang I di medan pertempuran I sudah pasti anda akan dilibas, walaupun orang I yang asli tersebut hanya mengeluarkan energi dan waktu separuh dari anda. Maka bersainglah di panggung anda sendiri, dengan mengembangkan senjata anda sendiri. Hal itu jauh lebih mudah dan sederhana.
Memilih tumbuh dan berkembang di jalur anda sendiri merupakan satu-satunya pilihan yang tanpa risiko. Mengapa tanpa risiko? Jawaban normatifnya, karena itulah ‘garis-tangan’ keberhasilan anda.  Jawaban logisnya: 
1. Modal kecerdasan besar, 
2. Di jalur itu anda yakin dan antusias, 
3. Kompetensi/profesi/ profisiensi/kemahiran mudah ditingkatkan, 
4. Ketidakpastian/kegagalan dapat ditekan karena anda ahlinya, 
5. Keteguhan anda di jalur tersebut akan menciptakan lingkungan yang kondusif, 
6. Jika anda istimewa penggarapannya, pendukung-pendukung akan mengitari anda, sebagaimana analogi teori gravitasi, dan 
7. Yang paling penting anda merasa nyaman dan enjoy berada di tempat itu.  Kemungkinan risiko datang bukan berasal dari pilihan jalur tersebut, melainkan dari kekotoran mental dan moral anda.
Langkah berikutnya adalah anda mengawal habitat pengembangan diri anda.  Tugas orangtua/bos/ supervisor menciptakan atau mencarikan habitat yang sesuai, agar seperti benih padi akan tumbuh di sawah yang berair. Ciptakan sinergi antara kepala dan habitatnya. Kalau mau belajar basket ya ke US.  Mau belajar sepakbola ya ke Eropa. Mau belajar diplomasi ya di parpol. Mau jadi artis ya ke Jakarta. Mau jadi hafidz ya ke pesantren. Sebenarnya investasi mencari habitat yang sesuai tersebut tidak perlu mahal-mahal atau pergi jauh-jauh, boleh jadi ada di sekitar kita yang penting sejalan dengan misi tunggal kita.
Jika demikian, selain guru di sekolah, sebenarnya yang lebih diperlukan adalah coach/pelatih yang membimbing pilihan profesi anda. Coach/pelatih tersebut akan menggarap pengembangan diri anda lebih personal.  Tahu cara memotivasi anda.  Tahu cara mempercepat prestasi anda.  Tahu kepada siapa anda harus meneladani, mem-benchmark, atau meng-upcopy. Tahu cara anda memberlakukan standar hidup anda. Sekarang anda telah memiliki coach/pelatih awal yaitu hasil STIFIn Finger-print anda sendiri. Boleh dikatakan, jika anda telah memiliki tiga aset berikut ini ---mesin kecerdasan-habitat-coach--- maka jaminan keberhasilan anda akan tinggi.
Penawaran kami adalah bukan mengajak anda terjebak kepada kompleksitas otak anda melainkan mengajak anda berada pada misi tunggal yang paling realistis. Menemukan misi tunggal tersebut akan menghadirkan keyakinan anda, sebagai motivasi internal yang paling mahal harganya.
Masak iya, anda akan mempertaruhkan hidup anda pada kegamangan? Padahal anda cukup menunda membeli sepasang sepatu. Menyisihkan 150 rb demi membangun riwayat keberhasilan anda.
Competitor Knowledge:
Pesaing STIFIn Finger Prints sebenarnya hanya satu yaitu Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore, Comcare Group Singapore.  Semua institusi yang disebut di bawah ini sebenarnya hanya mengambil lisensi dari Brainy Lab. PTE. LTD tsb secara langsung ataupun tidak langsung. Atau hanya sekedar merujuk pada teori ”DERMATOGLYPIC MULTIPLE INTELLIGENCE” atau metode DMI yang ditemukan oleh  Eric Lim Choo Siang dan John Choo, warga Singapura. Beberapa perusahaan tersebut  adalah:
1.       DMIPrimagama, tersebar di beberapa kota
Kantor Pusat DMIPrimagama
Jln. Raya Godean KM 5,0 Yogyakarta
Telp. 0274-520418
Faks. 0274-548436
Email: info@dmiprimagama.com
2.       DPI (Duta Pelita Insani) Consulting
Graha Mampang Lantai 5
Jl. Mampang Prapatan Raya 100
Jakarta 12760
Telp. 7988943, 7970545
Hp. 08151849491
3.       E M P Benchmark Consulting
Siliwangi Drive Golf 2nd Floor
Jl. Lombok No. 10 Bandung 40115
West Java- Indonesia
4.       Maxima Motiva
Jl. Bendungan Jatiluhur No. 122 B
Bendungan hilir
Jakarta Pusat 10210
Telp. 02196148376
5.       SMART Human Re-Search & Psychological Development Jl. Taman Gapura G-20, G-Walk Citraland,  Surabaya. Sdri. Staney (031)70976123, 7410121

STIFIn Finger Prints mendasarkan kepada konsep personality yang dibangun sendiri, setelah mengkompilasi beberapa teori. Sedangkan Brainy Lab. PTE. LTD mengambil konsep personality dari Multiple Intelligence-nya Howard Gardner. Berikut sepuluh perbedaan antara keduanya:.
No
Unsur-unsur Perbedaan
STIFIn Finger Prints

1
Konsep Ilmu
STIFIn Personality/Farid Poniman yang mengembangkan ilmu dari aliran psikologi Carl Gustaav Jung
Multiple Intelligence/Howard Gardner dan Metode DMI/Eric Lim Choo Siang & John Choo
2
Tes STIFIn
Mengukur Sistem Operasi Otak, mendasarkan pada jenis otak yang kerap/otomatis  digunakan
Mengukur Hardware Otak, dengan mengukur kapasitas masing-masing jenis otak dan dicari yang paling dominan
3
Jenis Kecerdasan
Bersifat tunggal yaitu salah satu dari lima mesin kecerdasan: S, T, I, F, In. Keempat kecerdasan yang lainnya bukan berarti kosong, tetapi dia berperan secara pasif.
Bersimat majemuk yaitu terdapat delapan jenis kecerdasan pada setiap orang yaitu: Logika Matematika, Logika Bahasa, Spasial-Visual, Musik, Kinestetik, Itrapersonal, Interpersonal, dan Naturalistik
4
Jenis Kepribadian
Sembilan jenis kepribadian, yang berasal dari lima mesin kecerdasan setelah digandengkan dengan drive/orientasi-nya yaitu introvert atau extrovert, kecuali In. Jenis kepribadian: Si, Se, Ti, Te, Ii, Ie, Fi, Fe, dan In.
Delapan jenis kepribadian
5
Kesimpulan Rekomendasi
Fokus hanya pada 1 (satu) jenis kecerdasan yang paling kerap/otomatis  digunakan, karena kecerdasan ini yang membuat cetak biru seseorang.  Jenis kecerdasan yang lain berperan secara kategoris dan tidak proporsional
Prioritaskan pada jenis kecerdasan yang kapasitas/volumenya dominan, dan distribusikan secara proporsional pada jenis kecerdasan lainnya
6
Dampak  kepada Peserta
Efektif, memudahkan, dan dipastikan yang bersangkutan comfortable/ enjoy, serta lebih berpeluang mendapat prestasi yang sesuai
Jika jenis kecerdasan dengan kapasitas yang dominan tidak sama dengan yang kerap/otomatis digunakan maka akan menimbulkan misleading, tidak comfortable, dan berpeluang gagal berprestasi
7
Keselarasan Implementasi
Dipastikan sejalan dengan cara belajar, pilihan karir, kepemimpinan, chemistry hubungan, gaya hidup dan selera sehari-hari serta  hampir semua aspek kehidupan seseorang
Rujukan cara belajar, cara berpikir, pengembangkan bakat , mengelola stress (yang belum tentu nyaman bagi yang bersangkutan)
8
Jenis Teknologi
Aplikasi open source; metode matching dengan prototype sidik jari
Mengukur skala dan jenis sidik jari dengan komputasi statistik dan analisa neuroscience
9
Proses kerja
Semenit  langsung keluar hasil
Memerlukan proses analisis 5 hari kerja
10
Harga Konsumen Indonesia
Rp 300 rb; ( Tanpa Training ) yang didapatkan hanya hasil test/sertifikat dan buku STIFIn Personality.
Antara Rp 1jt hingga 1,5jt, jika sedang promosi Rp 750 rb; termasuk hasil test dan counseling dengan psikolog
Persamaannya adalah sama-sama cukup sekali test dalam seumur hidup, karena sama-sama mengukur faktor genetik yang tidak berubah sejak lahir hingga meninggal dunia.

HUBUNGAN SIDIK JARI DENGAN POTENSI GENETIK

1.      Pola sidik jari mulai muncul pada waktu bayi dalam kandungan (usia 13 minggu), polanya seiring dengan pola pembentukan otak.
2.      Pola sidik jari ditentukan oleh kromosom yang ditentukan bukan oleh faktor lingkungan melainkan DNA (genetik).
3.      Sistim syaraf jari-jari tangan erat hubungannya denga sistim otak artinya dengan mengetahui sistim syaraf jari dapat diketahui sistim syaraf fungsi-fungsi bagian otak.
4.      Potensi genetik, khususnya bakat, stimulasi kecerdasan, dan karakter kepribadian berkaitan erat dengan sistim syaraf pada fungsi-fungsi bagian otak.


Penutup
Semoga pekerjaan anda memasarkan ide ini dihitung sebagai amal ibadah dengan pahala yang berlipat ganda.  Penemuan jatidiri adalah investasi yang tak ternilai.



 PROPOSAL PENAWARAN KERJASAMA


Mengenali CETAK-BIRU Hidup Anda dengan Tes STIFIn
 
PT.Insanmulia Sukses Berkah
perwakilan kediri Jl. Mauni III/506 Banaran – Pesantren – Kediri
Hp. 085 749 548 491
 

Selanjutnya
Category: 4 komentar

Taman Penitipan Anak

Brosur Taman Penitipan Anak Muslim
Selanjutnya
Category: 5 komentar

Sekilas PAUD AL FIKR

Anak selain merupakan Asset bagi orang tuanya, juga merupakan aset bagi masyarakat / bangsa di masa yang akan datang. Baik buruknya suatu masyarakat atau bangsa dimasa datang tergantung dari kualitas anak-anak dimasa sekarang, sehingga untuk menciptakan suatu masyarakat yang berkualitas dimasa mendatang haruslah dimulai dengan mendidik anak-anak pada saat ini dengan pendidikan yang berkualitas pula.
Apalagi penelitian telah menunjukkan bahwasanya lima tahun pertama merupakan masa – masa keemasan anak (the golden Periode) pada anak. Pada usia ini anak-anak seyogyanya mulai diarahkan, karena masa keemasan ini tidak akan terjadi dua kali.
Alahamdulillah, kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini mulai meningkat baik dari pihak orang tua, masyarakat maupun negara. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama berusaha memberikan pendidikan usia dini yang terbaik bagi anak-anaknya. Walaupun memang hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua dan kondisi ekonomi mereka.Di dalam mayarakat sendiri, kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini terlihat dari meningkatnya jumlah lembaga yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak usia dini. Peningkatan yang paling besar terjadi terjadi pada lembaga yang menyediakan kelompok bermain. Kelompok ini meningkat dari 202 pada tahun 2000 menjadi 1254 pada tahun 2002. Sebuah hasil kerja yang luar biasa karena meningkat lebih dari lima kali lipat.
Sedangkan negara/pemerintah Indaonesia telah membentuk Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) yang tugas pokoknya menyiapkan bahan rumusan kebijakan dan standarisasi, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pada bidang Pendidikan Anak Dini Usia .Disebutkan juga bahwa salah satu misi kehadiran Direktorat PADU ini adalah untuk mengupayakan pemerataan pendidikan yang berkualitas kepada anak dini usia.
Demikianlah Pendidikan termasuk pendidikan anak dini usia adalah tanggung jawab bersama; Orang tua, masyarakat dan negara. Kerjasama yang baik dari ketiga komponen tersebut Insya Allah akan bisa mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.
Dari pemikiran diatas, dan dengan semata-mata mengharapkan ridho dari Allah SWT, kami dari yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ”Al Fikr”, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan, menggagas PAUD sebagai wujud kepedulian kami terhadap pendidikan anak usia Dini. Paud Al Fikr yang berlandaskan Aqidah Islam berusaha menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak sejak dini, sehingga terbentuklah anak-anak generasi bangsa yang cerdas dan juga taat syariah.
PAUD AL FIKR didirikan pada bulan Agustus 2008 dan diperkuat dengan ijin Kep.Dik.Nas Kota Kediri No: 421.9/1116/419.42/2009.
Guru yang ada di PAUD Al Fikr Insya Allah mempunyai pengalaman dalam pendidikan anak usia dini karena ditunjang dengan lulusan dari perguruan tinggi.
Terakhir, kami sangat mengharapkan bantuan dan partisipasi dari semua pihak, demi kelancaran proses belajar mengajar di PAUD ”Al Fikr” ini. Mengingat PAUD kami masih tergolong baru dan butuh bimbingan.

Selanjutnya
Category: 0 komentar

Kunjungan ke Makodim 521

Murid - Murid PAUD Al Fikr










Hati - Hati lho ya kalau tertembak
Selanjutnya
Category: 0 komentar

Parenting

Ketua Yayasan AL Fikr bersama anak tercinta











Hasil Karya Kerjasama antara Murid Al Fikr bersama Orang Tua
Selanjutnya
Category: 0 komentar

Buka Bersama




Bapak Djati (perwakilan dari Pemerintah Desa bersama Ketua Yayasan Al Fikr)



Ketua Yayasan Al Fikr


Selanjutnya
Category: 0 komentar

RENCANA PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI)


PROPOSAL
RENCANA PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) 


YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DAN SOSIAL (YPIS) “AL-FIKR”
JL. BANARAN II/392A RT. 08 RW. 03 KECAMATAN PESANTREN- KOTA KEDIRI
PROPINSI JAWA TIMUR







KATA PENGANTAR




Assalamu’alaikum Wr. Wb

Segala Puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Rabb sekalian Alam. Sholawat serta salam semoga senantiasa tetap tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW, teladan umat manusia sepanjang masa.
Paud ” AL FIKR ” merupakan salah satu usaha pendidikan anak Usia Dini yang menitik beratkan pada penanaman nilai-nilai aqidah Islam sedini mungkin, sehingga terbentuklah anak-anak generasi penerus Islam yang cerdas dan taat syariah. Saat ini di Paud AL FIKR sedang mengembangkan pendidikan anak usia dini dengan nuansa yang Islami,yang mengedepankan nilai-nilai Aqidah Islam. Di PAUD AL FIKR ini siswa diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan umum dan agama dengan nuansa bermain sambil belajar.
Paud Al Fikr Merupakan salah satu program kerja dari Yayasan Al Fikr. Sebuah yayasan sosial keagamaan yang bergerak di bidang kependidikan  dan penyantunan anak-anak yatim piatu.
Demikian sedikit pengantar di proposal kami.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 




BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Anak selain merupakan Asset bagi orang tuanya, juga merupakan aset bagi masyarakat / bangsa di masa yang akan datang. Baik buruknya suatu masyarakat atau bangsa dimasa datang tergantung dari kualitas anak-anak dimasa sekarang, sehingga untuk menciptakan suatu masyarakat yang berkualitas dimasa mendatang haruslah dimulai dengan mendidik anak-anak pada saat ini dengan pendidikan yang berkualitas pula.
Apalagi penelitian telah menunjukkan bahwasanya lima tahun pertama merupakan masa – masa keemasan anak (the golden Periode) pada anak. Pada usia ini anak-anak seyogyanya mulai diarahkan, karena masa keemasan ini tidak akan terjadi dua kali.
Alahamdulillah, kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini mulai meningkat baik dari pihak orang tua, masyarakat maupun negara. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama berusaha memberikan pendidikan usia dini yang terbaik bagi anak-anaknya. Walaupun memang hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua dan kondisi ekonomi mereka.Di dalam mayarakat sendiri, kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini terlihat dari meningkatnya jumlah lembaga yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak usia dini. Peningkatan yang paling besar terjadi terjadi pada lembaga yang menyediakan kelompok bermain. Kelompok ini meningkat dari 202 pada tahun 2000 menjadi 1254 pada tahun 2002. Sebuah hasil kerja yang luar biasa karena meningkat lebih dari lima kali lipat.
Sedangkan negara/pemerintah Indaonesia telah membentuk Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) yang tugas pokoknya menyiapkan bahan rumusan kebijakan dan standarisasi, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pada bidang Pendidikan Anak Dini Usia .Disebutkan juga bahwa salah satu misi kehadiran Direktorat PADU ini adalah untuk mengupayakan pemerataan pendidikan yang berkualitas kepada anak dini usia.
Demikianlah Pendidikan termasuk pendidikan anak dini usia adalah tanggung jawab bersama; Orang tua, masyarakat dan negara. Kerjasama yang baik dari ketiga komponen tersebut Insya Allah akan bisa mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.
Dari pemikiran diatas, dan dengan semata-mata mengharapkan ridho dari Allah SWT, kami dari yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ”Al Fikr”, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan, menggagas PAUD sebagai wujud kepedulian kami terhadap pendidikan anak usia Dini. Paud Al Fikr yang berlandaskan Aqidah Islam berusaha menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak sejak dini, sehingga terbentuklah anak-anak generasi bangsa yang cerdas dan juga taat syariah.
PAUD AL FIKR didirikan pada bulan Agustus 2008 dan diperkuat dengan ijin Kep.Dik.Nas Kota Kediri No: 421.9/1116/419.42/2009.
Guru yang ada di PAUD Al Fikr Insya Allah mempunyai pengalaman dalam pendidikan anak usia dini karena ditunjang dengan lulusan dari perguruan tinggi.
Terakhir, kami sangat mengharapkan bantuan dan partisipasi dari semua pihak, demi kelancaran proses belajar mengajar di PAUD ”Al Fikr” ini. Mengingat PAUD kami masih tergolong baru dan butuh bimbingan.



B. DASAR
1. UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tentang Pendidikan Anak Usia Dini
2. Peraturan Pemerintah N0 27 tahun 1990 tentan Pendidikan Pra Sekolah
3. Al Qur’an Surat At Tahrim : 6
       “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
4. Al Hadist

C. TUJUAN
1.      Membantu Kepala PAUD, guru, tenaga pelaksana dan pembantu pelaksana dalam melaksanakan tugas lebih sistematis.
2.      Memberikan arah yang tepat bagi semua komponen dalam melaksanakan pengembangan PAUD
3.      Menanamkan nilai-nilai Keislaman (Aqidah, Syariah, Akhlak) kepada anak sejak dini, sehingga anak-anak tumbuh menjadi anak – anak yang Sholeh dan Sholihah dan taat syariah.
4.      Memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya dalam rangka mengoptimalkan perkembangan otak anak pada masa-masa keemasan ( the golden age ) sehingga berkembanglah berbagai kecerdasan dalam diri anak.
5.      Menjalin ukhuwah Islamiyah antar sesama muslim.






BAB II
RENCANA PENGEMBANGAN PAUD

A.Visi dan Misi
     1. Visi : Mencetak generasi cerdas dan taat syari’at serta mewujudkan insan yang kreatif, mandiri,   sehat dan berbudi luhur.
     2. Misi :
         a. Mengembangkan daya kreatif dan kompetensi dasar melalui kegiatan pembelajaran
            b. Memberikan pembiasaan kepada anak untuk melayani kebutuhan dan mengatasi
                permasalahannya sendiri.
                           c. Membiasakan anak peka terhadap keberhasilan dan kesehatan dirinya sendiri serta   
             lingkungannya.
         d. Membiasakan perilaku yang akhlakul karimah dengan meneladani Rosulullah Muhammad         SAW, para sahabat dan riyadus syahih.
         e. Membiasakan pengamalan fiqh fardhiyah seperti wudhu, sholat dan berdo’a
         f.  Memberikan bekal pengetahuan dasar yang berwawasan ilmu pengetahuan, agama, dan                   teknologi.


B. Tujuan
1. Tujuan Jangka Pendek
     a.Fisik
        - Meningkatkan fasilitas bermain untuk melatih motorik kasar pada anak.
        - Meningkatkan kenyamanan di dalam ruang kelas.
     b. Peningkatan mutu
* Guru
·         Memiliki kemampuan menyusun program pembelajaran
·         Memiliki kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan
·         Memperoleh peningkatan kesejahteraan
* Anak didik
·         Memiliki dasar pengetahuan agama yang kuat dalam dirinya
·         Dapat bertingkah laku sopan terhadap orang lain
·         Memiliki kebiasaan hidup bersih dan sehat
·         Memiliki keberanian hidup mandiri
·         Memiliki kepribadian Islam yang kuat
* Orang tua
·         Memiliki rasa kepedulian terhadap kegiatan yang dilaksanakan di PAUD

* Instansi Terkait
·                         Memiliki kemauan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kewenangan masing-masing
        2. Tujuan Jangka Menengah
            a. Fisik
                - Meningkatkan sarana bermain yang lebih lengkap dan menarik
                - Memiliki ruang bermain yang menyenangkan
      b. Peningkatan mutu
          * Guru
·         Memiliki kemampuan untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan
·         Memiliki kemampuan berkompetisi dalam kegiatan lomba
·         Memiliki kemampuan berbahasa Inggris
* Anak didik
·         Dapat meraih kejuaraan dalam setiap kegiatan lomba
·         Memiliki kemampuan tampil di media elektronik
·         Memiliki kemampuan berbahasa yang ditunjukkan dengan kemampuan mengungkapkan keinginan, menceritakan kejadian yang telah lampau dan mengulang kembali cerita yang dibawakan oleh orang lain.
* Orang tua
·   Meningkatkan kepedulian dukungannya terhadap semua kegiatan PAUD
  * Instansi Terkait
·         Meningkatkan bantuannya terhadap PAUD sesuai dengan kewenangan masing-masing
         3. Tujuan Jangka Panjang
             a. Fisik
                 - Agar memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap dan ideal sesuai dengan perkembangan duniapendidikan
       b. Peningkatan mutu
            * Guru
·         Memiliki kemampuan yang lebih profesional
·         Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih lengkap serta wawasan yang lebih luas
·         Memiliki pengetahuan agama yang lebih dalam dan lebih luas serta dapat berekspresi di dalam masyarakat
·         Memiliki kemampuan menjawab tantangan dalam perkembangan dunia pendidikan
 * Anak didik
·         Memiliki kesempatan mengenal Allah lebih dekat dengan pembiasaan perilaku yang islami dan pembiasaan pengamalan fiqh fardhiyah
·         Memiliki kesempatan mengenal bahasa Inggris dan bahasa Arab
·         Memperoleh kesempatan lebih banyak dalam mengembangkan potensinya secara optimal.
* Orang tua
·         Memiliki keikhlasan untuk bersama-sama melakukan kegiatan di PAUD serta memperhatikan perkembangan anak
   * Instansi Terkait
·         Memiliki kemauan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan PAUD


C. Program / JenisKegiatan
     1. Progran jangka pendek
         a. Fisik
·         Pengadaan sarana bermain sentra
·         Pengadaan bak pasir
·         Pengadaan locker anak
·         Pengadaan pagar halaman sekolah
         b. Peningkatan mutu
             * Guru
·         Pelatihan KBK di daerah / luar daerah
·         Seminar di daerah / luar daerah
      
      * Anak didik
b.1. Pembinaan rohani
        - Pembelajaran agama dengan peletakan dasar tauhid dengan rukun Iman
        - Kegiatan buka bersama
        - Kegiatan mengunjungi teman / ustadzah yang sakit
        - Kegiatan sholat berjamaah di masjid
   2. Pembiasaan
        - Berperilaku atau berakhlak Islam dengan meneladani  Rosulullah Muhammad SAW,   para  sahabat dan riyadus sholeh           
        - Pengamalan fiqh fardhiyah seperti wudhu, sholat, dan berdo’a.
        - Penanaman budi pekerti yang luhur dan sopan santun
        - Penanaman kebiasaan mengikuti pola hidup bersih dan sehat

   3. Program Pengembangan Kemampuan Dasar
·         Bahasa
·         Kognitif
·         Fisik motorik
·         Seni
                    4. Pengembangan kreatifitas
·         Sari Tilawah
·         Menggambar
·         Melukis
·         Senam irama   
                    5. Program kemandirian
·         Kegiatan belanja ke toko
·         Memasak
·         Berenang
·         Fasholatan
·         Kerja gotong royong bersih lingkungan
                    6. Kegiatan partisipasi / pemberdayaan orang tua
·         Pembahasan program
·         Pengadaan makanan bergizi
·         Pembahasan RAPB PAUD
         7. Partisipasi Instansi Terkait
·         Pembinaan secara berkala dari pegawas PAUD
·         Bantuan tanaman hias dari donatur
·         Pemberian jatah pelatihan bagi kepala sekolah dan guru
          8. Peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai
·         Pemberian tunjangan hari raya
·         Pemberian uang insentif
    2. Program Jangka Menengah
            a. Fisik
·         Pengadaan sarana bermain di luar seperti: jungkat-jungkit,ayunan,ram-ram besi dll.
·         Pengadaan ruang komputer
b. Peningkatan Mutu
                * Guru
·         Pelatihan model pembelajaran
·         Lomba kreatifitas guru
·         Kursus bahasa inggris

     * Anak didik
·         Kegiatan lomba
·         Pengisian acara di radio
·         Kegiatan bermain komputer
      * Instansi Terkait
·         Rehabilitasi ruang belajar dari Pemerintah Kota
·         Pengadaan alat-alat bermain dari Dinas Pendidikan Kota
     3. Program Jangka Panjang
            a. Fisik
·         Pengadaan ruang guru
·         Pengadaan ruang sentra
·         Pengadaan ruang UKS
·         Pengadaan alat pendingin ruangan (AC)
·         Pengadaan sarana dan ruang kesenian (sentra musik)
b. Peningkatan Mutu
    * Guru
·         Pelatihan dan semiloka ke PAUD
·         Study banding di daerah dan keluar daerah
·         Pelaksanaan pembelajaran aktif,kreatif dan menyenangkan secara optimal
    * Anak didik
·         Kegiatan pembelajaran bahasa inggris ala PAUD
·         Kegiatan di ruang kesenian ( sentra musik)
·         Kegiatan di ruang UKS
·         Kegiatan di dapur
    * Orang tua
·         Penyelenggaraan kegiatan tutup tahun pelajaran
·         Kegiatan terfokus orang tua
·         Kerja bakti
     * Instansi Terkait
·         Pengadaan ruang guru dari Dinas Pendidikan kota Kediri
·         Pengadaan ruang kesenian dari Pemerintah kota Kediri


D. Sasaran Kegiatan
1.      Sarana Prasarana
2.      Anak didik
3.      Guru dan pegawai
4.      Orang tua
5.      Instansi Terkait
6.      Masyarakat



E. Out put / Keluaran (hasil yang diharapkan)
            1. Lembaga
                - Memiliki sarana dan prasarana yang lengkap sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia    pendidikan
            2. Guru dan pegawai
                 - Memiliki kemampuan profesional yang tinggi,kreatif,beriman dan taat syariat
            3. Anak didik
                - Siap menghadapi tantangan dalam kehidupan bermasyarakat
                - Mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang kuat
                - Cerdas,kreatif,beriman dan berbudi luhur serta takwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa






BAB III
Pelaksanaan Pengembangan PAUD

A. Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan
     1. Program Fisik
          - Program fisik dilaksanakan oleh komite berdasarkan program kerja yang telah disusun serta dukungan / partisipasi aktif orang tua murid dan masyarakat serta instansi terkait. Untuk itu perlunya pengembangan Sarana Prasarana yaitu :
            - 1. Peningkatan Gedung sarana Belajar PAUD (PG, TK A, TK B)
            - 2. Penambahan sarana bermain dan tempat parkir guru Siswa
            - 3. Ruang perpustakaan anak dan Lap. Komputer    

  2. Program Peningkatan Mutu
         a. Pembinaan Agama
    • Pembelajaran agama dilaksanakan setiap hari sebelum proses belajar mengajar dimulai
    • Kegiatan Buka bersama dilaksanakan pada bulan Romadhon
         b. Pembiasaan
                   -    Peletakan dasar Tauhid atau aqidah Islam dengan rukun iman     
                   -    Pembiasaan perilaku atau akhlak Islam dengan meneladani Rosulullah Muhammad         SAW, para  sahabat dan riyadus sholeh
                   -    Pola hidup bersih dan sehat dilaksanakan setiap hari terkait dengan seluruh kegiatan  pembelajaran
                   -    Pemeliharaan toga dilaksanakan sesuai dengan program masing-masing kelompok belajar
         c. Pengembangan Kompetensi Dasar
              - Dilaksanakan secara terprogram melalui :
            *   Rencana program semester
            *   Rencana mingguan
            *   Rencana harian
  d. Pengembangan kreatifitas anak
                  -   Mengikuti berbagai perlombaan PAUD
                  -   Kunjungan ke POLRES dan lembaga-lembaga terkait lainnya
                  -   kunjungan ke Radio untuk pengenalan radio pada anak.
                  -   Bermain komputer dibimbing guru yang sudah mendapatkan pelatihan
                  -   Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
       


 e. Program kemandirian anak 
                  -   Kegiatan memasak, dibimbing oleh guru kelas kegiatan dilksanakan sesuai dengan               jadwal yang telah ditentukan      
                  -   Kegiatan belanja menggunakan uang sendiri, Kerjasama dengan toko, orang tua,                Komite dan guru / kepala sekolah  PAUD
                  -   Berenang, dibimbing oleh guru kelas
                  -   Semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan

          f. Partisipasi Instansi terkait
                  -   Memberikan laporan secara berkala dan menjalin komunikasi dengan instansi terkait   serta mengadakan kerjasama dalam berbagai kegiatan.
         g. Peningkatan profesional guru
            -   Mengikutsertakan guru dalam pelatihan dan seminar yang dapat menunjang kegiatan        pembelajaran
            -   Semua guru berperan aktif dalam kegiatan KKG.
            -   Memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti lomba kreatifitas.
            -   Mengadakan studi banding ke luar daerah sesuai dengan jadwal
            -   Memberikan kesempatan pada guru untuk mengembangkan kariernya.
   j. Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Pegawai
            -   Mengusulkan dan mengusahakan bantuan transportasi, tunjangan hari raya serta insentif pada komite PAUD
   
  3. Program Yang Diprioritaskan
                  -   Pengadaan alat bermain di luar
                  -   Pengadaan permainan bak pasir
                  -   Pengadaan alat permainan sentra ( sentra balok, sentra blok, sentra peran )
                  -   Pengadaan tempat cuci tangan

B. Indikator Keberhasilan
     1. Hasil yang dicapai
         a. Fisik
·         Rehap ruang kepala sekolah dan guru
·         Pembuatan alat bermain diluar
·         Perbaikan ruang kelas
·         Perbaikan meja, kursi dan rak

         b. Sarana Pembelajaran 
·         Pembelian papan tulis
·         Pembelian bahan meja dan kursi
·         Pembelian alat peraga
         c. Pemberdayaan orang tua/masyarakat
·         Terlaksananya kegiatan buka bersama wali murid
·         Terbentuknya paguyuban orang tua murid

C. Dukungan Sumber Dana
1.      Infaq bulanan
2.      Bantuan donatur tetap
3.      Bantuan donatur tidak tetap
4.      Bantuan Block Grant ( belum pernah dapat)

D. Faktor Pendukung
1. Orang tua murid
·               Berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan
·               Terbentuknya paguyuban orang tua
      2. Instansi Terkait
          * Himpaudi
·         Mengadakan pertemuan rutin tiap bulan
          * Ketua RT/RW
·         Partisipasi dalam menciptakan sistim keamanan di lingkungan PAUD
          * Dinas Pendidikan Kota Kediri
·         Memberikan pembinaan teknis
·         Memberikan sarana dalam peningkatan mutu
·         Memberikan kesempatan mengikuti pelatihan
* Pemerintah Kota
·         Memberikan bantuan dan untuk pemeliharaan daya dan jasa serta rehab gedung
E. Faktor Penghambat
1. Keterbatasan sumber dana
2. Tidak adanya sarana bermain di halaman sekolah
F. Alternatif mengatasi Hambatan
               1. Alternatif mengatasi hambatan tidak adanya sarana bermain di halaman sekolah yaitu mengharap bantuan dana Block Grant dari DIKNAS
            2. Alternatif mengatasi hambatan keterbatasan sumber dana yaitu pengadaan donatur tetap dan tidak tetap





Bab IV
Penutup


Dengan tersusunnya program Rencana Pengembangan PAUD ini mudah-mudahan dapat meningkatkan etos kerja para pelaksana pendidikan di PAUD AL-FIKR dan sekaligus dapat menumbuhkan sikap yang kreatif dan inovatif untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan di PAUD.
Selamat bekerja,semoga Allah SWT senantiasa menyertai langkah kita. Amin.

   Mengetahui : 



Ketua Yayasan Al Fikr
BAMBANG HERU SANTOSO,S.SOS

  Komite PAUD ketua                                                              Kepala PAUD
BU.   SHOLFI                                                               ANIKE LAILI HERAWATI, S.E





Selanjutnya
Category: 1 komentar